Kebocoran oli di silinder hidrolik sering diperbaiki dengan mengganti seal, lalu muncul lagi beberapa minggu kemudian. Kalau itu terjadi, hampir selalu ada penyebab yang belum ditangani. Berikut enam yang paling umum.
1. Kontaminasi. Debu dan serpihan logam dalam oli mengikis permukaan seal. Tanda: bibir seal aus, halus, atau tergores merata. Pencegahan: perbaiki wiper/scraper, ganti filter sesuai jadwal.
2. Panas berlebih. Seal mengeras, getas, lalu retak. Tanda: permukaan hitam mengilap dan retak halus. Pencegahan: periksa sistem pendingin oli dan pilih material yang sesuai suhu kerja.
3. Material tidak cocok. Seal membengkak, lembek, atau menyusut karena bereaksi dengan oli atau cairan lain. Pencegahan: cocokkan material dengan media (lihat panduan material seal kami).
4. Ekstrusi. Pada tekanan tinggi, seal terdorong masuk ke celah dan tergigit. Tanda: tepi seal seperti terkelupas. Pencegahan: pakai backup ring dan pastikan celah komponen masih dalam toleransi.
5. Pemasangan yang salah. Seal tergores oleh ulir atau tepi tajam, terpelintir, atau dipasang terbalik. Pencegahan: pakai alat bantu pasang, lumasi, dan lindungi seal saat melewati ulir.
6. Permukaan rod atau bore rusak. Rod yang tergores atau berkarat merusak seal baru dalam waktu singkat. Pencegahan: periksa dan perbaiki permukaan sebelum memasang seal baru.
Kalau seal yang lepas sudah rusak dengan pola tertentu, simpan dan jangan dibuang: bentuk kerusakannya menunjukkan akar masalahnya. Tim Techsun bisa membantu membaca kerusakan dan menyarankan seal pengganti yang lebih tepat.

